Happy, happy, happy

Yup, sejak mengetahui diriku hamil, alhamdulillah bahagia tiada terkira. Hari-hari rasanya lebih bermakna. Yang jelas, aku jadi punya planning mau apa selama 9 bulan ke depan. Yang terdekat dan pertama adalah hunting obgyn!

Nih ya, sebelum kabar baik itu hadir, boro-boro deh aku serius nyari info. Buka situs-situs yang terkait aja rasanya malas, takut cuma menjadi harapan semu, hohoho. Untungnya aku punya temen-temen dokter yg cantik, pintar & udah pada jadi mommy. Jadi kira-kira ini tips yang bisa aku sharing:
1. Tanya teman, kenalan, kakak/adik tentang rekomendasi obgyn
Tentu ini lebih cepat & objektif. Karena mereka adalah pasiennya.
2. Cari tau di forum kehamilan
Banyak banget loh, seperti ibuhamil.com, bidanku.com, mommysdaily.com
3. Seleksi
Tentunya berdasarkan prioritas dan kebutuhan calon mommy. Kalau aku c cari yang pro normal, pro asi, jarak tidak terlalu jauh dan tidak minim penjelasan
4. Mulai survei

Hingga detik ini, terhitung baru 2 obgyn yg aku survei. Alasan karena dekat dengan rumah & ga pake antri lama.
1. dr. Ridwan di RSIA Sayyidah Jaktim
2. dr. Ichsan Ambiar di Klinik Radin Inten

PUAS? Namanya juga manusia ya (hehe mencari pembenaran). Dua dokter ini baik & helpful. Tapi tetap aja pengen nyari yang lain, yang perempuan gitu... Rencananya c awal bulan Februari nanti, atau jalan 2 bulan kehamilanku. Semoga debay (baca: dede bayi) sehat yaaaa.

AYO SEMANGAT!
It's been 4 months minus 9 days since we tied the knot

Banyak banget yg berbeda sepanjang hari-hari kami. Mulai dari kerungsingan perpindahan domisili, cultural shock after marriage, balada 'masak apa hari ini' sampai pekerjaan rumah yg ga ada habisnya. (baca: aseli pekerjaan rumah -> cuci baju, cuci piring, nyapu, dll). Tapi yg namanya gelisah ya ga bisa ditutup-tutupi. Sejak hari itu, si M masih datang terus. Mau ditenang-tenangin ya susah juga, sampai akhirnya setelah belum melihat 2 strip pd testpack pada bulan ke-3, awal bulan ke-4 kita mutusin konsultasi ke obgyn. 

Obgyn ini hasil rekomendasi temen SMP yg kebetulan jg jadi dokter. Pas ketemu dokternya, kita cengar-cengir. Bingung juga kali ya dokternya, secara baru 3 bulan nikah. Kita sendiri ga nyiapin daftar pertanyaan, spontan pisan, sampai lebih sering diam daripada nanya. Alhamdulillah obgynnya baik, ramah, terbuka (mau menjelaskan) dan optimis. Sebelum selesai, ga lupa dia bilang "Semoga setelah ini hamil ya" yg tentunya dijawab oleh kita serempak "Amiiiiinnn".

1 minggu setelahnya, aku ga sabar untuk testpack lagi, walau baru 1 hari jadwal M-ku terlambat. Hasilnya? membingungkan. Muncul garis ke-2, tapi sunggu sangat tipis. Ibarat di microsoft word, ga nyampe 1/2 pt tebalnya. Kala itu aku menggunakan merk Akurat, sama seperti sebelumnya. Lemes, tapi ga bisa tidur. Sedangkan Si Bon udah happy-happy. 

Setelah menunggu 1 minggu, akhirnya aku putuskan untuk testpack dengan merk yg berbeda, OneMed. Garisnya muncul 2 dan tegas, eh tebal, mirip 2 pt. Alhamdulillah Ya Rabbbbb. Tak terbayangkan bahagianya hatiku. Walaupun kami belum ke dokter, tak sabar rasanya memberi tahu orang-orang terdekat & tercinta. Insyaallah jika ini rejeki kami, maka sehatkanlah Ya Allah....

Hasil testpack ke-2 (selisih 1 minggu)





Trip berlanjut, dan kami pun menginap di pulau Maratua. Penginapan di pulau ini pun tidak kalah menarik dengan penginapan di pulau derawan. Konsep water-villa  juga diusung di pulau ini, dan kami berterima kasih kepada KakabanTrip karena telah memberikan kamar dengan posisi terdepan dan langsung menghadap ke arah laut lepas. Dengan posisi kamar ini, tiap pagi kami selalu disuguhkan pemandangan yang sangat indah, terutama pemandangan sekumpulan penyu yang sedang mencari makan di sekitar kamar kami.

Selama trip, kami melakukan snorkling dengan disuguhi pemandangan biota-biota laut yang indah, gugusan terumbu karang yang bertumpuk – tumpuk dengan warnanya yang indah, beraneka ragam jenis ikan yang cantik,bahkan kami sempat bertemu dengan sekumpulan pari manta yang sedang mencari makan disekitar perairan pulau Sangalaki, dan ribuan bahkan mungkin jutaan ubur-ubur di danau ubur – ubur di kepulauan Kakaban. Trip tambahan yang disediakan oleh pak Manto dan rekan juga tidak kalah seru dan menarik. Kami dibawa menuju goa bawah air yang terdapat di pulau Maratua. Kami pun terpaku sekaligus terpukau dengan keindahan pemandangan goa bawah air tersebut. Beberapa jenis biota pun kami temui di goa ini, seperti ikan – ikan kecil dan udang – udang kecil yang berwarna – warni.
 
Tak terasa 3 (tiga) hari pun kami lalui, sangat disayangkan memang. Waktu terasa cepat berlalu dan kami pun harus kembali ke Jakarta.

Perjalanan pulang ternyata tidak kalah seru dengan perjalanan berangkat dan trip yang kami lewati di Pulau Derawan – Maratua. Betapa tidak, perjalanan sekitar 2 (dua) jam yang kami tempuh dari pulau Maratua menuju Tanjung Batu-Berau harus kami lalui dengan suasana laut yang (menurut kami) sangat ganas. Menerjang ombak dengan tinggi sekitar 1 (satu) meter merupakan pengalaman pertama bagi kami. Tapi sekali lagi harus kami akui kemampuan pak Manto sangatlah handal dalam mengendalikan speed-boat, walaupun isteri sempat mual – mual karena ombak yang tinggi – tinggi dan kami musti berbasah kuyup ria, Alhamdulillah kami dapat tiba di pelabuhan Tanjung Batu dengan selamat.
 
Dan ternyata perjalanan kami belum berakhir!

- Bon -